pengertian sosiologi menurut emile durkheim

Kata-kata Pembuka

Halo selamat datang di daewoong.co.id! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai pengertian sosiologi menurut salah satu tokoh penting dalam bidang sosiologi, yaitu Emile Durkheim. Durkheim merupakan seorang sosiolog Perancis yang sangat berpengaruh dalam perkembangan disiplin ilmu sosiologi. Beliau merumuskan konsep dan teori dalam sosiologi yang mempengaruhi pemikiran dan penelitian di bidang ini hingga saat ini.

Pendahuluan

Emile Durkheim adalah seorang sosiolog Perancis abad ke-19 yang dianggap sebagai bapak pendiri sosiologi modern. Ia memandang sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari fakta sosial secara ilmiah. Menurut Durkheim, fakta sosial adalah sesuatu yang ada di luar individu dan mempengaruhi individu serta perilaku mereka. Fakta sosial itu bersifat eksternal, mengikat, dan memiliki otoritas yang mengatur perilaku individu. Dalam hal ini, Durkheim memperkenalkan konsep solidaritas sosial, yang menjelaskan tentang ikatan yang menghubungkan individu-individu dalam masyarakat.

Menurut Durkheim, sosiologi merupakan ilmu yang menganalisis perilaku manusia secara kolektif. Ia percaya bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, sosiologi bertujuan untuk memahami dan menjelaskan pola-pola sosial yang muncul dalam kehidupan masyarakat.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Sosiologi Menurut Emile Durkheim

1. Kelebihan: Pendekatan Ilmiah

Menurut Durkheim, sosiologi harus menggunakan pendekatan ilmiah untuk mempelajari masyarakat. Pendekatan ini berfokus pada pengamatan dan analisis data, sehingga memungkinkan sosiolog untuk membuat generalisasi dan generalisasi tentang masyarakat. Hal ini membuat sosiologi menjadi disiplin ilmu yang objektif dan dapat diandalkan.

Kekurangan: Tidak Memperhitungkan Variasi Individu

Pendekatan sosiologi Durkheim lebih berfokus pada perilaku kolektif dan mengabaikan perbedaan individualitas setiap individu. Di sini, salah satu kelemahan Durkheim adalah tidak mempertimbangkan variasi individu dalam masyarakat. Durkheim lebih tertarik pada pola perilaku yang konsisten di antara anggota masyarakat, dan tidak begitu memperhatikan perbedaan individu dalam masyarakat.

2. Kelebihan: Solidaritas Sosial

Durkheim memperkenalkan konsep solidaritas sosial yang menggambarkan ikatan sosial yang menghubungkan anggota masyarakat. Konsep ini memungkinkan sosiolog untuk memahami dan menjelaskan interaksi sosial dalam masyarakat. Hal ini juga membantu dalam memahami bagaimana masyarakat tetap bersatu meski terdapat perbedaan dan konflik.

Kekurangan: Tidak Menjelaskan Konflik Sosial

Salah satu kekurangan konsep solidaritas sosial menurut Durkheim adalah tidak dapat menjelaskan konflik sosial yang ada dalam masyarakat. Durkheim lebih berfokus pada integrasi sosial yang harmonis, sehingga mengabaikan konflik dan ketegangan yang terjadi dalam masyarakat. Konflik sosial merupakan fenomena yang penting dalam sosiologi yang tidak sepenuhnya dijelaskan oleh Durkheim.

3. Kelebihan: Pengaruh pada Sosiologi Modern

Kontribusi Durkheim dalam bidang sosiologi tidak dapat dipandang remeh. Pemikirannya tentang fakta sosial, solidaritas sosial, dan pendekatan ilmiah masih sangat berpengaruh dalam penelitian sosiologi hingga saat ini. Konsep dan teori Durkheim menjadi dasar bagi pengembangan sosiologi modern. Penelitian dan pemikiran baru terus berkembang berdasarkan kerangka kerja Durkheim yang telah dirumuskan.

Kekurangan: Tidak Mengakui Peran Subjektivitas Individu

Durkheim lebih cenderung memandang individu sebagai produk dari masyarakat, dan mengabaikan peran subjektivitas individu dalam membentuk sosial. Kelemahan ini membatasi pemahaman tentang agensi individu dalam masyarakat. Pemikiran Durkheim yang lebih berfokus pada faktor-faktor sosial memungkinkan terjadinya penekanan terhadap individu dan kebebasannya dalam membentuk dunia sosial.

4. Kelebihan: Pengaruh pada Ilmu Pengetahuan Sosial Lainnya

Pemikiran Durkheim juga memiliki pengaruh yang kuat pada ilmu pengetahuan sosial lainnya, seperti antropologi, psikologi, dan ekonomi. Konsep-konsep Durkheim, seperti solidaritas sosial dan fakta sosial, telah digunakan dalam bidang-bidang ini untuk memahami perilaku manusia dan masyarakat secara lebih luas.

Kekurangan: Terbatas pada Konteks Sosial

Pemikiran Durkheim lebih fokus pada analisis sosial dan kurang mempertimbangkan faktor-faktor individu, psikologis, dan budaya dalam membentuk sosial. Hal ini dapat membatasi pemahaman tentang kompleksitas manusia dan masyarakat, terutama dalam konteks global yang semakin kompleks saat ini.

5. Kelebihan: Pembagian Kerja Ilmiah

Dalam sosiologi, Durkheim memperkenalkan konsep pembagian kerja ilmiah yang memisahkan pekerjaan-pelajaran menjadi bidang-bidang tertentu. Konsep ini mengantar pada inovasi dan pemikiran baru dalam masyarakat, serta memperkaya kehidupan sosial dan pembangunan sosial. Pembagian kerja ilmiah membantu menciptakan pengetahuan yang lebih mendalam dan spesifik dalam masyarakat.

Kekurangan: Membatasi Pemahaman Tentang Kehidupan Sosial

Salah satu kelemahan pemikiran Durkheim adalah cenderung membatasi pemahaman kita tentang kehidupan sosial dalam kaitannya dengan konsep pembagian kerja ilmiah. Durkheim lebih menekankan pada bagian-bagian individu dalam masyarakat, daripada bagaimana bagian-bagian itu berinteraksi sebagai suatu kesatuan. Pendekatan ini dapat membatasi pemahaman sistem dan hubungan antar bagian dalam masyarakat.

6. Kelebihan: Pendekatan Kuantitatif dalam Penelitian

Dalam praktik penelitian, Durkheim lebih memilih pendekatan kuantitatif dalam mengumpulkan data. Pendekatan ini memungkinkan sosiolog untuk mengumpulkan data yang obyektif dan dapat diukur, sehingga memungkinkan analisis statistik yang lebih terperinci. Pendekatan kuantitatif ini memberikan pemahaman yang lebih luas tentang pola perilaku sosial masyarakat.

Kekurangan: Kurangnya Perhatian Terhadap Konteks Kualitatif

Meskipun Durkheim cenderung menggunakan pendekatan kuantitatif, ia kurang memberikan perhatian terhadap konteks kualitatif dalam penelitian. Konteks kualitatif dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman manusia dalam masyarakat, termasuk konteks budaya, narasi, dan makna. Pengabaian konteks kualitatif ini dapat membatasi pemahaman sosial yang lebih komprehensif dan mendalam.

7. Kelebihan: Pengaruh Berkelanjutan dalam Sosiologi

Pemikiran dan kontribusi Durkheim masih terus mempengaruhi dan relevan dalam bidang sosiologi hingga saat ini. Banyak sosiolog modern yang masih menggunakan dan membangun pemikiran Durkheim dalam penelitian mereka. Konsep solidaritas sosial, fakta sosial, dan pendekatan ilmiah yang diperkenalkan oleh Durkheim tetap menjadi landasan penting dalam studi sosiologi saat ini.

Kekurangan: Terbatas pada Beberapa Aspek Sosial

Pemikiran Durkheim lebih cenderung memfokuskan pada beberapa aspek sosial, seperti agama dan pendidikan. Ini membuat bayangan dari pandangannya menjadi terbatas pada bidang-bidang ini dan mengabaikan aspek-aspek sosial lainnya, seperti gender, ras, dan kelas sosial.

Tabel: Pengertian Sosiologi Menurut Emile Durkheim

Konsep Penjelasan
Fakta sosial Makna dan pengaruhnya dalam masyarakat
Solidaritas sosial Ikatan yang menghubungkan anggota masyarakat
Pendekatan ilmiah Analisis data dan generalisasi
Variasi individu Perbedaan individualitas dalam masyarakat
Konflik sosial Tegangan dan perbedaan dalam masyarakat
Pengaruh pada sosiologi modern Kontribusi Durkheim dalam ilmu sosiologi
Peran subjektivitas individu Peran individu dalam membentuk sosial
Pengaruh pada ilmu pengetahuan sosial lainnya Pemikiran Durkheim dalam disiplin ilmu lain
Terbatas pada konteks sosial Keterbatasan pada analisis sosial
Pembagian kerja ilmiah Pembagian bidang dalam masyarakat
Kehidupan sosial Pemahaman tentang kehidupan sosial
Pendekatan kuantitatif dalam penelitian Penggunaan data kuantitatif
Konteks kualitatif dalam penelitian Pengabaian konteks kualitatif dalam penelitian
Pengaruh berkelanjutan dalam sosiologi Relevansi pemikiran Durkheim
Terbatas pada beberapa aspek sosial Pemikiran yang terbatas pada bidang-bidang tertentu

FAQ tentang Pengertian Sosiologi Menurut Emile Durkheim

1. Apa yang dimaksud dengan fakta sosial?

Fakta sosial adalah sesuatu yang ada di luar individu dan mempengaruhi individu serta perilaku mereka. Hal ini bersifat eksternal, mengikat, dan memiliki otoritas yang mengatur perilaku individu dalam masyarakat.

2. Apa yang dimaksud dengan solidaritas sosial?

Solidaritas sosial adalah ikatan yang menghubungkan anggota masyarakat. Konsep ini menggambarkan ikatan sosial yang memungkinkan masyarakat untuk tetap bersatu meski terdapat perbedaan dan konflik.

3. Mengapa pendekatan ilmiah penting dalam sosiologi?

Pendekatan ilmiah memungkinkan sosiologi untuk mempelajari masyarakat dengan cara yang objektif dan dapat diandalkan. Pendekatan ini berfokus pada pengamatan dan analisis data, sehingga memungkinkan sosiolog untuk membuat generalisasi dan generalisasi tentang masyarakat.

4. Apa saja kelebihan dari pemikiran Emile Durkheim?

Kelebihan dari pemikiran Emile Durkheim antara lain pendekatan ilmiah, konsep solidaritas sosial, pengaruh yang berkelanjutan dalam sosiologi, dan pengaruh pada ilmu pengetahuan sosial lainnya.

5. Apa kekurangan dari pemikiran Emile Durkheim?

Kekurangan dari pemikiran Emile Durkheim termasuk tidak memperhitungkan variasi individu, tidak menjelaskan konflik sosial, tidak mengakui peran subjektivitas individu, dan pembatasan pada beberapa aspek sosial.

6. Bagaimana kontribusi Emile Durkheim dalam sosiologi modern?

Konsep-konsep Durkheim, seperti fakta sosial, solidaritas sosial, dan pendekatan ilmiah, masih menjadi landasan penting dalam sosiologi modern dan terus digunakan dalam penelitian sosiologi hingga saat ini.

7. Apa saja konsep utama yang dipelajari dalam sosiologi menurut Emile Durkheim?

Konsep utama dalam sosiologi menurut Emile Durkheim antara lain fakta sosial, solidaritas sosial, pembagian kerja ilmiah, dan pendekatan ilmiah dalam penelitian.

Kesimpulan

Sebagai bapak pendiri sosiologi modern, Emile Durkheim memberikan kontribusi signifikan dalam perkembangan dan pemahaman tentang sosiologi. Meski pemikirannya memiliki kelebihan dan kekurangan, konsep-konsep yang dirumuskannya, seperti fakta sosial, solidaritas sosial, dan pendekatan ilmiah, tetap relevan dan berpengaruh dalam studi sosiologi hingga saat ini. Pemikiran Durkheim juga menciptakan landasan bagi pengembangan ilmu pengetahuan sosial lainnya. Oleh karena itu, memahami pengertian sosiologi menurut Emile Durkheim adalah penting dalam mengeksplorasi dan memahami masyarakat secara lebih luas.

Kata Penutup

Penelitian dan pemikiran dalam bidang sosiologi terus berkembang seiring dengan perubahan dan kompleksitas masyarakat. Menyelidiki pengertian sosiologi menurut Emile Durkheim memberikan pemahaman tentang pemikiran dalam disiplin ilmu ini dan kontribusinya yang telah memberikan landasan penting bagi pengembangan sosiologi.

Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang pengertian sosiologi menurut Emile Durkheim dan tidak dimaksudkan sebagai saran profesional. Untuk informasi yang lebih mendalam, konsultasikan dengan pakar sosiologi yang kompeten.