pengertian mobilitas sosial menurut para ahli

Halo, selamat datang di daewoong.co.id!

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang pengertian mobilitas sosial menurut para ahli. Mobilitas sosial merupakan salah satu konsep yang sering dibahas dalam ilmu sosiologi. Konsep ini mengacu pada perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi sosial yang lainnya.

Pendahuluan

1. Menurut Karl Marx

Karl Marx, seorang filsuf dan ekonom terkemuka, memahami mobilitas sosial sebagai perpindahan individu atau kelompok dari satu kelas sosial ke kelas sosial yang lainnya. Menurut Marx, mobilitas sosial terjadi karena adanya perubahan dalam struktur ekonomi masyarakat. Mobilisasi sosial dapat terjadi melalui perjuangan kelas atau revolusi sosial yang membawa perubahan radikal dalam masyarakat.

2. Menurut Max Weber

Sedangkan menurut Max Weber, mobilitas sosial dapat terjadi baik secara vertikal maupun horizontal. Mobilitas vertikal terjadi ketika individu atau kelompok bergerak ke posisi sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam hierarki masyarakat. Sementara itu, mobilitas horizontal adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi sosial yang sejajar tanpa melibatkan perubahan status sosial.

3. Menurut Pitirim Sorokin

Pitirim Sorokin, seorang sosiolog ternama, mengemukakan bahwa mobilitas sosial dapat terjadi dalam dua arah, yaitu vertikal dan horizontal. Mobilitas vertikal terbagi menjadi mobilitas naik dan mobilitas turun. Mobilitas naik terjadi jika seseorang atau kelompok bergerak ke posisi sosial yang lebih tinggi, sedangkan mobilitas turun terjadi ketika seseorang atau kelompok berpindah ke posisi sosial yang lebih rendah. Mobilitas horizontal, di sisi lain, terjadi ketika tidak terdapat perubahan hierarki dalam perpindahan posisi sosial.

4. Menurut Robert King Merton

Robert King Merton, seorang sosiologis Amerika, membagi mobilitas sosial menjadi dua jenis, yaitu mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi mobilitas vertikal naik dan mobilitas vertikal turun, sementara mobilitas sosial horizontal mencakup mobilitas intragenerasi dan mobilitas intergenerasi. Mobilitas intragenerasi merujuk pada perubahan posisi sosial seseorang selama hidupnya, sedangkan mobilitas intergenerasi adalah perpindahan posisi sosial antara dua generasi yang berbeda.

5. Menurut Gerhard E. Lenski

Gerhard E. Lenski, seorang sosiolog dari Amerika Serikat, mengemukakan bahwa mobilitas sosial dapat terjadi melalui perubahan teknologi dan struktur sosial. Mobilitas sosial terjadi karena individu atau kelompok memiliki akses yang berbeda terhadap sumber daya ekonomi, pendidikan, dan kekuasaan. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat kesempatan yang dimiliki individu atau kelompok untuk berpindah ke posisi sosial yang lebih baik.

6. Menurut Neil J. Smelser

Neil J. Smelser menjelaskan mobilitas sosial sebagai perubahan posisi sosial individu atau kelompok dalam masyarakat. Mobilitas sosial dapat terjadi baik secara struktural atau struktural-individu. Mobilitas sosial struktural terjadi jika perubahan posisi sosial berkaitan dengan perubahan struktur sosial secara keseluruhan. Sementara itu, mobilitas sosial struktural-individu terjadi ketika perubahan posisi sosial berkaitan dengan faktor individu seperti pendidikan, pengalaman, atau keterampilan.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

1. Kelebihan pengertian mobilitas sosial menurut para ahli

a. Memahami perubahan sosial: Konsep mobilitas sosial memberikan pemahaman tentang perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Dengan mempelajari mobilitas sosial, kita dapat melihat bagaimana struktur sosial berubah dari waktu ke waktu.

b. Mengidentifikasi faktor-faktor penghambat atau pendukung mobilitas sosial: Pengertian mobilitas sosial menurut para ahli membantu kita mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial seseorang atau kelompok. Hal ini dapat membantu merumuskan kebijakan atau strategi untuk meningkatkan mobilitas sosial di masyarakat.

c. Menyadari hak dan akses yang setara: Mobilitas sosial menjadi penting karena dapat memberikan kesempatan yang setara bagi semua individu atau kelompok dalam masyarakat. Dengan adanya mobilitas sosial, setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih posisi sosial yang lebih baik tanpa dibatasi oleh latar belakang atau status sosial sebelumnya.

d. Mendorong kompetisi sehat: Mobilitas sosial dapat mendorong terciptanya kompetisi sehat antarindividu atau kelompok dalam masyarakat. Dalam upaya untuk meningkatkan posisi sosial, individu atau kelompok akan berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas diri dan mencapai tujuan yang diinginkan.

e. Mereduksi kesenjangan sosial: Melalui mobilitas sosial, kesenjangan sosial dapat diperkecil. Melalui perpindahan individu atau kelompok ke posisi sosial yang lebih tinggi, kesenjangan sosial dapat dikurangi karena setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan dan kesejahteraan.

f. Meningkatkan perkembangan sosial: Mobilitas sosial dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan sosial dalam masyarakat. Dengan adanya mobilitas sosial, masyarakat bisa menghasilkan individu-individu yang berkompeten dan mampu berkontribusi secara positif bagi kemajuan masyarakat.

g. Menghadapi perubahan yang lebih baik: Mobilitas sosial menjadi sarana bagi individu dan kelompok untuk menghadapi perubahan. Melalui mobilitas sosial, individu atau kelompok mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat dan memperbaiki kondisinya dengan lebih baik.

2. Kekurangan pengertian mobilitas sosial menurut para ahli

a. Tersulit bagi mereka yang berada dalam kelompok marginal: Mobilitas sosial bisa menjadi sulit bagi mereka yang berada dalam kelompok marginal seperti masyarakat miskin, minoritas, atau kelompok yang dikucilkan. Terbatasnya akses terhadap pendidikan dan kesempatan ekonomi membuat mobilitas sosial menjadi tantangan bagi kelompok-kelompok ini.

b. Terjadi perubahan yang lambat: Mobilitas sosial tidak selalu terjadi dengan cepat. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial, seperti sistem ekonomi, kebijakan pemerintah, dan ketidaksetaraan dalam masyarakat. Hal ini membuat perubahan posisi sosial seringkali berlangsung lambat.

c. Memunculkan persaingan yang tidak sehat: Mobilitas sosial dapat menghasilkan persaingan yang tidak sehat di antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Saat individu atau kelompok berlomba-lomba untuk meraih posisi sosial yang lebih baik, timbul kemungkinan terjadinya konflik atau perlakuan tidak adil.

d. Mengabaikan pengaruh faktor struktural: Mobilitas sosial sering kali hanya mempertimbangkan faktor-faktor individu seperti pendidikan atau keterampilan, sehingga mengabaikan pengaruh faktor struktural. Faktor struktural seperti ras, gender, atau kelas sosial masih menjadi penghalang bagi mobilitas sosial yang adil dan merata.

e. Menghadapi ketidakpastian: Mobilitas sosial dapat menghadapi ketidakpastian di masa depan. Meskipun individu atau kelompok telah meraih posisi sosial yang lebih tinggi, mereka tidak dapat menjamin bahwa posisi sosial tersebut akan tetap bertahan dalam jangka waktu yang lama.

f. Menimbulkan perasaan tidak puas: Mobilitas sosial juga dapat menimbulkan perasaan tidak puas pada individu atau kelompok yang telah berpindah posisi sosial. Meskipun telah mencapai posisi sosial yang lebih baik, hasil yang dicapai mungkin tidak sesuai dengan harapan yang awalnya diimpikan.

g. Tidak sepenuhnya mencerminkan meritokrasi: Meskipun mobilitas sosial dianggap sebagai indikator meritokrasi, tidak semua perpindahan posisi sosial didasarkan pada prestasi dan usaha individu. Terdapat faktor-faktor lain seperti keberuntungan, keturunan, atau jaringan sosial yang bisa mempengaruhi mobilitas sosial seseorang.

Tabel Perbandingan Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

Nama Ahli Definisi Mobilitas Sosial
Karl Marx Perpindahan individu atau kelompok dari satu kelas sosial ke kelas sosial yang lainnya.
Max Weber Perpindahan individu atau kelompok ke posisi sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam hierarki masyarakat, terbagi menjadi vertikal dan horizontal.
Pitirim Sorokin Perpindahan individu atau kelompok dalam dua arah, yaitu vertikal dan horizontal. Vertikal terbagi menjadi naik dan turun.
Robert King Merton Terbagi menjadi mobilitas vertikal (naik dan turun) serta mobilitas horizontal (intragenerasi dan intergenerasi).
Gerhard E. Lenski Perpindahan posisi sosial individu atau kelompok akibat perubahan teknologi dan struktur sosial, terbagi menjadi struktural dan struktural-individu.
Neil J. Smelser Perubahan posisi sosial individu atau kelompok dalam masyarakat, terbagi menjadi struktural dan struktural-individu.

Frequently Asked Questions (FAQ)

  1. Apa itu mobilitas sosial?

    Mobilitas sosial mengacu pada perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi sosial yang lainnya dalam masyarakat.

  2. Apa saja jenis-jenis mobilitas sosial?

    Jenis-jenis mobilitas sosial antara lain mobilitas vertikal (naik dan turun), mobilitas horizontal (intragenerasi dan intergenerasi), serta mobilitas struktural dan struktural-individu.

  3. Apa yang mempengaruhi mobilitas sosial?

    Mobilitas sosial dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pendidikan, keterampilan, kesempatan ekonomi, kebijakan pemerintah, dan faktor-faktor struktural seperti ras atau kelas sosial.

  4. Bagaimana mobilitas sosial dapat terjadi?

    Mobilitas sosial dapat terjadi melalui perubahan ekonomi, perjuangan kelas, revolusi sosial, perubahan teknologi, atau akses terhadap pendidikan yang lebih baik.

  5. Apa dampak dari mobilitas sosial?

    Mobilitas sosial memiliki dampak positif seperti mereduksi kesenjangan sosial, meningkatkan perkembangan sosial, dan mendorong kompetisi sehat. Namun, juga terdapat dampak negatif seperti persaingan yang tidak sehat atau ketidakpastian di masa depan.

  6. Apakah mobilitas sosial selalu berjalan adil dan merata?

    Mobilitas sosial tidak selalu berjalan adil dan merata. Terdapat faktor-faktor seperti ketidaksetaraan dalam masyarakat, akses terbatas terhadap pendidikan, atau perlakuan tidak adil yang bisa menjadi hambatan bagi mobilitas sosial yang adil dan merata.

  7. Apakah mobilitas sosial selalu menghasilkan posisi sosial yang lebih baik?

    Mobilitas sosial tidak selalu menghasilkan posisi sosial yang lebih baik. Terdapat faktor-faktor seperti persaingan yang tidak sehat atau ketidakpuasan setelah mencapai posisi sosial yang lebih tinggi yang dapat mempengaruhi hasil dari mobilitas sosial seseorang.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, pengertian mobilitas sosial menurut para ahli dapat digambarkan sebagai perpindahan individu atau kelompok dari satu posisi sosial ke posisi sosial yang lainnya dalam masyarakat. Mobilitas sosial dapat terjadi baik secara vertikal maupun horizontal, dan melibatkan faktor-faktor seperti pendidikan, keterampilan, akses terhadap sumber daya ekonomi, atau perubahan struktur dan teknologi sosial.

Kelebihan dari mobilitas sosial adalah memahami perubahan sosial, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat atau pendukung mobilitas sosial, menyadari hak dan akses yang setara, mendorong kompetisi sehat, mereduksi kesenjangan sosial, meningkatkan perkembangan sosial, dan menghadapi perubahan yang lebih baik. Namun, pada sisi lain terdapat kekurangan seperti kesulitan bagi kelompok marginal, perubahan yang lambat, persaingan yang tidak sehat, pengabaian terhadap faktor struktural, ketidakpastian di masa depan, perasaan tidak puas, serta tidak sepenuhnya mencerminkan meritokrasi.

Dalam melakukan mobilitas sosial, perlu diingat bahwa tidak semua perpindahan posisi sosial didasarkan pada prestasi dan usaha individu. Terdapat faktor-faktor lain seperti keberuntungan, keturunan, atau jaringan sosial yang bisa mempengaruhi mobilitas sosial seseorang. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa mobilitas sosial berjalan secara adil dan merata, sehingga setiap individu atau kelompok memiliki kesempatan yang setara untuk meraih posisi sosial yang lebih baik.

Demikianlah artikel mengenai pengertian mobilitas sosial menurut para ahli. Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep mobilitas sosial dan pentingnya memastikan terciptanya mobilitas sosial yang adil dan merata dalam masyarakat. Terima kasih telah mengunjungi daewoong.co.id!