pengertian kemiskinan menurut para ahli

Halo selamat datang di daewoong.co.id!

Apakah Anda penasaran tentang pengertian kemiskinan menurut para ahli? Kemiskinan merupakan fenomena sosial yang terjadi di berbagai negara di dunia. Dalam artikel ini, kami akan membahas definisi kemiskinan menurut para ahli ekonomi, sosiologi, dan pembangunan manusia. Dengan pemahaman yang mendalam tentang masalah ini, diharapkan kita dapat mengatasi kemiskinan dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli Ekonomi

Para ahli ekonomi mendefinisikan kemiskinan sebagai kondisi di mana seseorang atau keluarga tidak memiliki cukup sumber daya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti pangan, air bersih, perumahan, dan pendidikan. John Kenneth Galbraith, seorang ekonom terkemuka, menyatakan bahwa kemiskinan adalah “ketiadaan kebutuhan yang layak”. Hal ini menekankan bahwa kemiskinan tidak hanya berarti ketidakhadiran pendapatan, tetapi juga kesulitan untuk memperoleh fasilitas dasar yang memadai.

Ahli ekonomi lainnya, Amartya Sen, menyatakan bahwa kemiskinan bukan hanya masalah kurangnya pendapatan, tetapi juga kurangnya kemampuan untuk memilih dan memperoleh layanan yang memadai. Pendekatan ini menganggap kemiskinan sebagai kekurangan dalam kemampuan individu untuk mencapai kehidupan yang layak dan mempersiapkan generasi mendatang untuk hidup yang lebih baik.

Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli Sosiologi

Para ahli sosiologi melihat kemiskinan sebagai fenomena sosial yang dihasilkan oleh ketidakadilan struktural dalam masyarakat. Herbert Gans, seorang sosiolog terkenal, mengungkapkan bahwa kemiskinan seringkali bukan disebabkan oleh kegagalan individu, tetapi oleh sistem sosial yang tidak adil. Ia berpendapat bahwa kemiskinan adalah akibat dari ketidaksetaraan struktural dalam distribusi sumber daya dan kesempatan di masyarakat.

Sementara itu, ahli sosiologi lainnya, seperti William J. Wilson, melihat hubungan antara kemiskinan dan ketidakmampuan individu untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Ia berpendapat bahwa ketidakhadiran lapangan pekerjaan yang berkualitas dan kesempatan mobilitas sosial yang rendah dapat memperkuat lingkaran kemiskinan dalam suatu kelompok tertentu.

Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli Pembangunan Manusia

Pendekatan pembangunan manusia melihat kemiskinan sebagai kekurangan dalam capaian manusia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, pendidikan, dan akses terhadap peluang ekonomi. Badan Pembangunan PBB mendefinisikan kemiskinan sebagai “ketiadaan kemampuan untuk memimpin kehidupan yang layak manusia, terlepas dari tingkat pendapatan”.

Ahli pembangunan manusia lainnya, seperti Mahbub ul Haq, menciptakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk mengukur kemiskinan dalam dimensi yang lebih luas. IPM mencakup indikator seperti harapan hidup, hak pendidikan dasar, dan pendapatan yang mencukupi. Pendekatan ini memandang kemiskinan sebagai ketidaksetaraan dalam pengembangan kapabilitas individu dan sebagai hambatan dalam mencapai potensi penuh mereka.

Tabel Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli

Ahli Definisi Kemiskinan
John Kenneth Galbraith “Ketiadaan kebutuhan yang layak”
Amartya Sen “Kurangnya kemampuan untuk memilih dan memperoleh layanan yang memadai”
Herbert Gans “Akibat dari ketidaksetaraan struktural dalam distribusi sumber daya dan kesempatan”
William J. Wilson “Ketidakmampuan individu untuk mendapatkan pekerjaan yang layak”
Badan Pembangunan PBB “Ketiadaan kemampuan untuk memimpin kehidupan yang layak manusia, terlepas dari tingkat pendapatan”
Mahbub ul Haq “Ketidaksetaraan dalam pengembangan kapabilitas individu dan sebagai hambatan dalam mencapai potensi penuh mereka”

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa penyebab kemiskinan menurut para ahli?

Para ahli berpendapat bahwa penyebab kemiskinan meliputi ketidaksetaraan pendapatan, kurangnya akses terhadap pendidikan dan keterampilan, kesenjangan ekonomi, dan kurangnya peluang pekerjaan yang layak.

2. Bagaimana cara mengatasi kemiskinan?

Mengatasi kemiskinan membutuhkan pendekatan yang holistik, termasuk tindakan pemerintah untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan, perumahan, dan peluang kerja; pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi; dan peningkatan kesetaraan dalam distribusi pendapatan dan kekayaan.

3. Siapa yang terkena dampak kemiskinan?

Orang-orang yang terkena dampak kemiskinan dapat berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang tinggal di pedesaan, kelompok minoritas, dan kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lanjut usia.

4. Apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mengatasi kemiskinan?

Masyarakat dapat membantu mengatasi kemiskinan dengan menjadi sukarelawan di organisasi bantuan, memberikan sumbangan kepada lembaga amal, dan mempromosikan kesadaran tentang masalah kemiskinan kepada orang lain.

5. Mengapa perlu ada perhatian terhadap kemiskinan?

Kemiskinan adalah masalah yang kompleks dan memiliki dampak negatif tidak hanya bagi individu yang mengalaminya, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Mengatasi kemiskinan adalah penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.

6. Bagaimana hubungan antara kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan?

Kemiskinan dapat menjadi hambatan bagi pembangunan berkelanjutan, karena orang-orang yang hidup dalam kemiskinan memiliki akses terbatas terhadap pendidikan, perawatan kesehatan, dan peluang ekonomi. Mengatasi kemiskinan adalah salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan yang ingin dicapai oleh dunia.

7. Apa yang dapat dilakukan pembaca untuk membantu mengatasi kemiskinan?

Pembaca dapat membantu mengatasi kemiskinan dengan menjadi penggiat yang aktif dalam masyarakat, mendukung kebijakan publik yang memperhatikan kemiskinan, dan memberikan kontribusi nyata melalui donasi ke organisasi bantuan.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kami telah menguraikan pengertian kemiskinan menurut para ahli ekonomi, sosiologi, dan pembangunan manusia. Kemiskinan bukan hanya masalah kurangnya pendapatan, tetapi juga masalah ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya dan kesempatan. Untuk mengatasi kemiskinan, diperlukan tindakan pemerintah, partisipasi masyarakat, dan kesadaran kolektif untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Kami berharap bahwa artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak kemiskinan dan menjadi panggilan bagi pembaca untuk bertindak dalam mengatasi masalah ini. Mari bergandengan tangan dan berjuang bersama untuk menciptakan dunia di mana kemiskinan tidak lagi menjadi ancaman bagi kehidupan manusia.

Kata Penutup

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah pandangan para ahli dan tidak selalu mencerminkan pandangan resmi dari daewoong.co.id. Pembaca disarankan untuk mencari informasi lebih lanjut dan melakukan penelitian lebih lanjut tentang topik ini untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif.