pengertian hipertensi menurut who

Halo, Selamat Datang di daewoong.co.id!

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, menjadi salah satu masalah kesehatan global yang serius. Menurut WHO (World Health Organization), tekanan darah tinggi adalah kondisi medis dimana tekanan darah di dalam arteri terus-menerus lebih tinggi dari rata-rata normal. Tekanan darah normal biasanya adalah 120/80 mmHg. Jika tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 mmHg, maka dapat dikategorikan sebagai hipertensi.

Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung dan masalah kardiovaskular lainnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami pengertian hipertensi menurut WHO agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Pendahuluan

Untuk memahami pengertian hipertensi menurut WHO dengan lebih baik, mari kita mencoba memahami bagaimana tekanan darah bekerja dalam tubuh kita. Tekanan darah terjadi ketika darah dipompa oleh jantung dan mengalir melalui pembuluh darah. Tekanan ini dinyatakan dalam mmHg (milimeter merkuri) dan terdiri dari dua angka, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan tertinggi yang terjadi ketika jantung berkontraksi saat memompa darah. Tekanan diastolik adalah tekanan terendah yang terjadi ketika jantung beristirahat antara denyut nadi.

WHO mengkategorikan hipertensi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer atau esensial, dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer adalah kondisi hipertensi yang tidak memiliki penyebab yang jelas. Sekitar 90-95% kasus hipertensi adalah hipertensi primer. Sementara itu, hipertensi sekunder adalah kondisi hipertensi yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis lainnya, seperti gangguan ginjal, gangguan endokrin, atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Hipertensi dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Namun, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi, seperti kebiasaan makan yang tidak sehat, kelebihan berat badan atau obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pengertian hipertensi menurut WHO, penting bagi kita untuk memahami mengapa hipertensi menjadi masalah kesehatan yang serius. Hipertensi dapat merusak arteri dan menyebabkan penebalan dinding arteri. Hal ini dapat mengurangi aliran darah ke berbagai organ tubuh, seperti jantung, otak, ginjal, dan mata. Jika aliran darah ke organ-organ ini terganggu, maka bisa menyebabkan kerusakan organ dan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit serius.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Hipertensi Menurut WHO

Pengertian hipertensi menurut WHO memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu kita ketahui. Mari kita bahas secara detail.

Kelebihan Pengertian Hipertensi Menurut WHO:

1. Menetapkan Standar Pengukuran: WHO telah menetapkan standar pengukuran tekanan darah agar dapat secara konsisten mendiagnosis hipertensi di seluruh dunia. Hal ini membantu para profesional kesehatan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat.
2. Memahami Penyebab dan Dampak Hipertensi: Pengertian hipertensi menurut WHO mencakup rincian tentang penyebab dan dampak hipertensi. Ini memungkinkan kita untuk lebih memahami faktor risiko yang terkait dengan hipertensi dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai.
3. Mengedukasi Masyarakat: WHO telah mengeluarkan panduan dan materi edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hipertensi dan pentingnya mengontrol tekanan darah. Ini membantu masyarakat untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang hipertensi dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan.

Kekurangan Pengertian Hipertensi Menurut WHO:

1. Kurangnya Penekanan pada Gaya Hidup Sehat: Meskipun WHO menekankan pentingnya gaya hidup sehat dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi, tetapi pengertian mereka cenderung lebih berfokus pada obat-obatan dan pengobatannya. Hal ini bisa membuat masyarakat kurang terdidik tentang pentingnya menjalani gaya hidup sehat.
2. Tidak Menyediakan Solusi yang Spesifik: Pengertian hipertensi menurut WHO memberikan panduan umum tentang pengobatan dan pengendalian hipertensi, tetapi tidak memberikan solusi yang spesifik untuk setiap individu. Alasan ini menyebabkan beberapa orang mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola hipertensi mereka.
3. Tidak Menyediakan Informasi Terkini: Meskipun pengertian hipertensi menurut WHO merupakan acuan utama dalam dunia medis, namun informasi tersebut mungkin tidak selalu terkini dengan perkembangan terbaru dalam penelitian hipertensi. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap mengikuti penelitian dan informasi terbaru tentang hipertensi.

Tabel Pengertian Hipertensi Menurut WHO

No. Pengertian Hipertensi Menurut WHO
1 Hipertensi adalah kondisi medis dimana tekanan darah di dalam arteri terus-menerus lebih tinggi dari rata-rata normal.
2 Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Jika tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 mmHg, maka dapat dikategorikan sebagai hipertensi.
3 Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
4 Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung dan masalah kardiovaskular lainnya.
5 Hipertensi dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer atau esensial, dan hipertensi sekunder.
6 Hipertensi primer adalah kondisi hipertensi yang tidak memiliki penyebab yang jelas.
7 Hipertensi sekunder adalah kondisi hipertensi yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis lainnya.

FAQ Tentang Pengertian Hipertensi Menurut WHO

1. Apa gejala umum hipertensi?

Gejala umum hipertensi bisa berkisar, tetapi beberapa gejala yang sering muncul adalah sakit kepala, pusing, sesak napas, dan nyeri dada.

2. Bagaimana cara mencegah hipertensi?

Anda dapat mencegah hipertensi dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, menghindari merokok dan alkohol, serta mengurangi stres.

3. Berapa tekanan darah yang dianggap normal?

Tekanan darah yang dianggap normal adalah 120/80 mmHg. Jika tekanan darah terus-menerus melebihi angka ini, maka dapat dikategorikan sebagai hipertensi.

4. Bagaimana hipertensi dapat mempengaruhi jantung?

Hipertensi dapat menyebabkan penebalan dinding arteri yang menyuplai darah ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pompaan darah oleh jantung dan meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

5. Apakah hipertensi dapat disembuhkan?

Hipertensi tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan melalui pengelolaan gaya hidup sehat dan pengobatan yang sesuai.

6. Bagaimana cara mendiagnosis hipertensi?

Untuk mendiagnosis hipertensi, dokter akan mengukur tekanan darah Anda menggunakan sphygmomanometer. Jika tekanan darah mencapai atau melebihi 140/90 mmHg pada dua kunjungan terpisah, maka dapat dikategorikan sebagai hipertensi.

7. Berapa risiko seseorang terkena hipertensi?

Risiko seseorang terkena hipertensi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, riwayat keluarga, ras, kebiasaan makan, dan gaya hidup. Setiap individu memiliki risiko yang berbeda-beda.

8. Bagaimana cara mengobati hipertensi?

Pengobatan hipertensi melibatkan kombinasi gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan berolahraga, serta penggunaan obat-obatan antihipertensi yang diresepkan oleh dokter.

9. Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat hipertensi?

Hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, termasuk penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, masalah penglihatan, dan kerusakan organ lainnya.

10. Seberapa umum hipertensi terjadi di seluruh dunia?

Hipertensi adalah masalah kesehatan global yang sangat umum. Menurut WHO, sekitar 1,13 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi pada tahun 2015.

11. Bagaimana hipertensi dapat mempengaruhi ginjal?

Hipertensi dapat merusak arteri yang menyuplai darah ke ginjal. Hal ini dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal.

12. Bagaimana cara mengukur tekanan darah sendiri di rumah?

Anda dapat mengukur tekanan darah sendiri di rumah menggunakan alat pengukur tekanan darah digital (sphygmomanometer) yang tersedia di pasaran. Ikuti petunjuk penggunaan yang ada di kemasan dan pastikan melakukan pengukuran dengan benar.

13. Bagaimana cara menentukan tingkat tekanan darah yang normal?

Tingkat tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg. Jika tekanan darah Anda berada di antara 120-129/80 mmHg, maka itu dikategorikan sebagai tekanan darah tinggi ringan atau prehipertensi.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, sangat penting bagi kita untuk memahami pengertian hipertensi menurut WHO. Hipertensi adalah kondisi medis serius yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Mengenali gejala, faktor risiko, dan cara pencegahan hipertensi sangatlah penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup kita.

Jadilah proaktif dalam mengelola tekanan darah Anda dengan menjaga gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, mengurangi stres, dan menghindari merokok serta alkohol secara berlebihan. Jika Anda telah didiagnosis menderita hipertensi, penting untuk mengikuti pengobatan dan anjuran dokter secara teratur untuk menjaga tekanan darah Anda tetap terkontrol.

Ingatlah bahwa setiap individu memiliki kisaran tekanan darah yang normal yang bisa berbeda, jadi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai tekanan darah yang ideal bagi Anda. Dengan pengertian yang baik tentang hipertensi dan komitmen untuk menjaga kesehatan, kita dapat mencegah dan mengendalikan hipertensi dengan lebih baik.

Kata Penutup

Informasi dalam artikel ini disediakan untuk tujuan edukasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran medis profesional. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang tekanan darah Anda atau gejala-gejala yang Anda alami, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter atau profesional kesehatan yang berkualitas.