lansia menurut who 2022

Halo Selamat Datang di daewoong.co.id!

Lansia, kelompok usia di atas 60 tahun, semakin menjadi perhatian utama dalam masyarakat saat ini. Perkembangan dunia medis dan peningkatan harapan hidup telah menyebabkan populasi lansia meningkat pesat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan studi dan merilis panduan terbaru tentang lansia dalam rangka memberikan pedoman dan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi mereka.

Pendahuluan

Pendahuluan ini akan memberikan gambaran umum tentang lansia dan beberapa perubahan yang terjadi pada populasi lansia berdasarkan data terkini dari WHO. Lansia, juga dikenal sebagai orang tua atau orang berusia, adalah kelompok yang semakin penting dalam masyarakat saat ini. Dalam beberapa dekade terakhir, peningkatan angka harapan hidup dan pengurangan angka kelahiran telah menyebabkan peningkatan populasi lansia.

Menurut data dari WHO, pada tahun 2022, estimasi jumlah lansia di seluruh dunia mencapai 2 miliar orang. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Di Indonesia sendiri, populasi lansia juga mengalami lonjakan yang signifikan. Menurut BPS pada tahun yang sama, jumlah lansia mencapai 28 juta, atau sekitar 11% dari total populasi Indonesia.

Lonjakan jumlah lansia memberikan tantangan baru bagi masyarakat dan lembaga terkait. Perlu ada upaya yang lebih aktif untuk mengerti kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh kelompok ini. Oleh karena itu, WHO merilis panduan terbaru untuk meningkatkan pemahaman tentang lansia dan memberikan pedoman bagi para profesional kesehatan serta pemerintah dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh lansia.

Panduan terbaru ini memberikan penjelasan mengenai perubahan fisik dan psikologis yang dialami oleh lansia, risiko penyakit yang lebih tinggi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, panduan tersebut juga menyediakan informasi mengenai perawatan kesehatan yang lebih baik, perlindungan sosial, dan kebijakan publik yang perlu diperhatikan dalam menjawab kebutuhan lansia.

Artikel ini akan membahas secara lebih detail tentang kelebihan dan kekurangan lansia menurut WHO 2022, serta informasi lengkap tentang kondisi lansia berdasarkan tabel yang disediakan.

Kelebihan dan Kekurangan Lansia Menurut WHO 2022

1. Kelebihan Lansia:

a. Pengalaman Hidup: Lansia memiliki pengalaman hidup yang kaya, mereka telah menghadapi berbagai macam situasi dan dapat memberikan perspektif yang berharga bagi generasi yang lebih muda.

b. Potensi Produktif: Meskipun ada pandangan bahwa lansia tidak lagi produktif, banyak dari mereka yang tetap aktif dan berkontribusi dalam berbagai bidang, baik secara sosial maupun ekonomi.

c. Kekuatan Emosional: Lansia secara umum memiliki tingkat kematangan emosional yang lebih tinggi, mereka cenderung lebih sabar, bijaksana, dan bisa memberikan dukungan emosional kepada orang lain.

d. Kekuatan Sosial: Lansia sering kali memiliki jaringan sosial yang luas dan penting. Mereka dapat menjadi anggota masyarakat yang berperan aktif dan melestarikan budaya dan tradisi.

e. Pengetahuan dan Keahlian: Lansia sering kali memiliki pengetahuan dan keahlian yang penting dan unik. Mereka menjadi basis yang berharga untuk transfer pengetahuan dan keterampilan generasi berikutnya.

f. Penghargaan Hidup: Dalam perspektif lansia, hidup menjadi lebih menyenangkan dan penghargaan hidup lebih tinggi. Mereka cenderung lebih santai dan menghargai momen-momen kecil dalam hidup mereka.

g. Peran Pahlawan: Banyak lansia yang telah memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan masyarakat dan negara. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang terus berjuang secara tak terlihat.

2. Kekurangan Lansia:

a. Penurunan Kesehatan: Lansia rentan terhadap berbagai penyakit dan masalah kesehatan. Sistem imun mereka melemah, sehingga tingkat kekebalan tubuh turun sehingga rentan terhadap infeksi dan penyakit lainnya.

b. Keterbatasan Fisik: Lansia sering mengalami penurunan kemampuan fisik, seperti kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh. Hal ini dapat mengganggu kemandirian mereka dan aktivitas sehari-hari.

c. Penurunan Kognitif: Beberapa lansia mungkin mengalami penurunan kognitif, seperti gangguan ingatan dan kesulitan berpikir. Penurunan kognitif dapat memengaruhi kualitas hidup mereka dan membutuhkan perawatan khusus.

d. Isolasi dan Kesepian: Lansia sering kali menghadapi risiko isolasi sosial dan kesepian. Mereka kehilangan pasangan hidup atau teman sebaya, yang dapat mengarah pada perasaan kesepian dan depresi.

e. Keterbatasan Keuangan: Banyak lansia menghadapi keterbatasan keuangan, terutama mereka yang tidak memiliki tabungan atau pensiun yang mencukupi. Keterbatasan keuangan dapat mempengaruhi akses mereka terhadap perawatan medis dan kehidupan yang layak.

f. Diskriminasi dan Stigma: Lansia sering menghadapi diskriminasi dan stigma dalam masyarakat. Mereka mungkin dianggap tidak berguna atau tidak berkontribusi, yang bisa mengganggu harga diri dan kesejahteraan psikologis mereka.

g. Ketergantungan pada Orang Lain: Beberapa lansia mengalami ketergantungan pada orang lain dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka memerlukan bantuan fisik atau perawatan dari orang lain untuk melaksanakan aktivitas dasar.

Informasi Lengkap tentang Lansia Menurut WHO 2022

No. Informasi
1 Lansia
2 Kelompok Usia
3 Jumlah Lansia di Seluruh Dunia (2022)
4 Jumlah Lansia di Indonesia (2022)
5 Perubahan Fisik dan Psikologis pada Lansia
6 Risiko Kesehatan pada Lansia
7 Panduan WHO untuk Lansia

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa definisi lansia menurut WHO 2022?

Berdasarkan panduan WHO 2022, lansia adalah kelompok usia di atas 60 tahun.

2. Mengapa populasi lansia meningkat secara signifikan?

Populasi lansia meningkat karena peningkatan harapan hidup dan pengurangan angka kelahiran.

3. Berapa perkiraan jumlah lansia di seluruh dunia?

Perkiraan jumlah lansia di seluruh dunia pada tahun 2022 mencapai 2 miliar orang.

4. Bagaimana kondisi lansia di Indonesia?

Jumlah lansia di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 28 juta atau sekitar 11% dari total populasi Indonesia.

5. Apa saja perubahan fisik dan psikologis yang dialami oleh lansia?

Lansia mengalami penurunan kemampuan fisik, seperti kekuatan otot, serta dapat mengalami penurunan kognitif, seperti gangguan ingatan.

6. Apa risiko kesehatan yang lebih tinggi pada lansia?

Lansia rentan terhadap berbagai penyakit dan masalah kesehatan karena sistem imun yang melemah.

7. Apa yang dimaksud dengan panduan WHO untuk lansia?

Panduan WHO memberikan informasi dan pedoman kepada profesional kesehatan dan pemerintah dalam menangani kebutuhan lansia.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, lansia adalah kelompok usia yang semakin penting dalam masyarakat saat ini. Meskipun mereka menghadapi beberapa kekurangan terkait kesehatan dan keterbatasan, lansia juga memiliki kelebihan yang perlu diapresiasi. Penting untuk memahami dan menghargai kondisi lansia, serta memberikan perlindungan dan perawatan yang sesuai.

Panduan WHO 2022 memberikan pedoman dan informasi yang penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Dalam menghadapi tantangan yang dihadapi lansia, perlindungan sosial, perawatan kesehatan yang berkualitas, dan kebijakan publik yang memperhatikan kebutuhan lansia perlu ditingkatkan.

Dengan meningkatkan pemahaman dan mendorong tindakan yang positif, kita semua dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang inklusif, memperkuat peran lansia, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kata Penutup

Artikel ini telah membahas lansia menurut WHO 2022 dengan berbagai detail dan informasi lengkap. Diharapkan artikel ini bermanfaat bagi para pembaca untuk meningkatkan pemahaman tentang kondisi lansia dan bagaimana menghadapi tantangan yang dihadapi oleh mereka.

Penting untuk diingat bahwa setiap individu adalah unik dan pengalaman lansia bisa berbeda-beda. Perhatikanlah lansia di sekitar Anda dengan penuh pengertian dan berikan dukungan yang diperlukan. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah lansia.

Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini bukanlah pengganti nasihat medis atau profesional. Jika Anda memiliki masalah kesehatan atau keprihatinan tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli yang berwenang.